Minggu, 28 Juni 2015

Pengalaman ngesex sedarah

Ini adalah pengalamanku ngesex sedarah yang sengaja aku bagikan untuk para pembaca. Sebut saja namaku Arman, aku sendiri tinggal di kota M, kejadian yang aku alami ini, terjadi pada akhir tahun 1978.

Sebelumnya aku tak menyangka bahwa aku akan meniduri adik kandungku sendiri yang bernama Ros. Dia termasuk gadis cantik yang pendiam dan rajin, sebab dialah yang memasak dan mencuci pakaian kami sehari-hari di rumah, sedangkan Ibu dan ayahku jarang berada di rumah akibat bekerja sebagai penjaga sebuah wisma di daerah puncak.
Ayah dan ibuku pulang kerumah kadang sebulan sekali untuk memberikan uang belanja sekaligus memantau kegiatan kami abang beradik, oh ya kami sekeluarga ada 12 orang tiga orang diatasku sudah menikah ada yang sudah menempati rumah sendiri dan ada juga yang menyewa hingga tinggallah aku sebagai anak keempat menjadi yang tertua serta mengasuh 8 org adik2ku yg lain. Aku bekerja di salah satu BUMN sehingga setiap bulan bisa membantu uang belanja dapur sedangkan adikku perempuan yang ke tujuh setelah tamat SMP tidak melanjutkan sekolah, hanya mengikuti kursus memasak dan menjahit dan akibat kesibukan adikku mengurusi rumah maka adikku ini kurang bergaul dengan teman lelaki hingga selama ini kuperhatikan nampaknya dia belum pernah berpacaran. Oh ya, selisih umurku dengan adikku  terpaut lima tahun dan saat itu dia berumur dua puluh dua tahun.

*****

Baiklah, aku akan mulai menceritakan pengalaman seks dengan adikku ini. Awal kejadiannya ketika pada suatu sore aku baru pulang dari rumah temanku, ketika sampai di rumah aku mendapati adikku sedang asyik menonton serial telenovela di salah satu TV swasta. aku pun langsung meminum kopi yang telah disediakan adikku serta merokok sambil berbaring di sofa. Saat itu serial tersebut sedang menampilkan adegan ciuman yang hanya sebentar karena langsung terpotong oleh iklan. Setelah melihat adegan tersebut aku menoleh kepada adikku yang ternyata tersipu malu karena ketahuan telah melihat adegan ciuman di tv.

“Pantesan betah nonton film gituan” ujarku.
“Ihh abang ini apaan sih” cetusnya sambil tersipu malu.

Beberapa menit kemudian serial tersebut selesai jam tayangnya, dan adikku langsung pergi ke kamar mandi., kudengar dari aktifitasnya dia sedang mencuci piring. Karena acara di televisi tidak ada yang seru, maka aku pun mematikan TV tersebut dan setelah itu aku ke kamar mandi untuk buang air kecil. “Ros keluar dulu sebentar abang pingin pipis nih” seruku tak kuat menahan.sesak.

Setelah aku selesai buang air kecil, pikiranku jadi selalu terbayang pada bongkahan pantat adikku Rosma yang tadi tak sengaja terlihat olehku sewaktu mau masuk kekamar mandi, aku sendiri tadinya tak kepikiran mau berbuat macam-macam karena dia adalah adikku sendiri, apalagi adikku ini orangnya lugu dan pendiam. Tetapi dasar setan memang penggoda nomor wahid ada saja cara untuk  menggoyahkan iman dan pikiranku.

Suatu hari adikku mengalami sakit demam dan aku sebagai yang bertanggung jawab di rumah karena bapak dan ibu sedang diluar kota maka kubawa adikku berobat ke dokter, setelah memakan obat dari dokter dan beristirahat dua hari, demam adikku pun berangsur pulih, namun dia berkata kepadaku badannya sakit dan pegal2 semua, kemudian kutawarkan pada adikku: "mau kalau abang pijitin" dia mengangguk tanda mau lalu kubeli minyak gosok di warung depan rumahku, sepulang dari warung mulailah kupijat  kaki dan tangannya, selesai memijat kaki dan tangan aku berkata sudah ya ros, tetapi adikku minta agar badannya juga di pijat setelah itu adikku telungkup di tempat tidur masih memakai baju, kemudian kupijat bagian punggungnya dari atas hingga pinggul, dari sinilah awalnya aku meniduri adikku yang cantik.

Setelah adikku sehat kembali, jika dia merasa capek maka dia nggak segan memintaku untuk memijat badannya, demikianlah berulang sampai suatu malam adikku minta dipijat karena badannya pegal katanya setelah kupikirkan sekarang disitulah kiranya setan menggoda kami, karena ketika aku masuk ke kamarnya, adikku sudah memakai kain sarung dalam posisi telungkup, tidak memakai baju hanya CD dan BH setelah.selesai memijat kaki dan tangan kukatakan padanya aku akan membuka kaitan BH agar lebih leluasa memberi minyak gosok dan mengurut bagian belakangnya, adikku mengangguk setuju, setelah membuka kaitan bh kutuangkan minyak urut di punggungnya dan mulai kupijat dan kuurut sampai ke daerah pantat dan pahanya yang mulus, sambil sesekali mengelus memberi rangsangan pada bagian toket tapi dari belakang kuperhatikan nafas adikku agak tersengal dan memburu mungkin terangsang dengan urutan dan elusanku di toket bagian belakangnya,.Setelah aku selesai memijat bagian belakang, adikku lalu telentang dan minta dipijat juga bagian dada depannya sementara hatiku sudah bergemuruh melihat pemandangan indah didepan mataku, toket adikku berdiri tegak sungguh indah dan menantang dengan puting susu yang kemerahan, tanganku gemetar memijat diatas bahu bagian depan sementara mataku tak berkedip memandangi toket dan sekujur tubuh adikku yang hanya mengenakan CD, sementara sarung yang dikenakannya tadi sudah terlepas dari tubuhnya dan aku tidak bisa konsentrasi melihat bayangan gundukan dibalik CD adikku, aku tambah semakin gemetar mengoles minyak gosok ke toketnya dan akhirnya aku tidak memijat lagi tetapi berganti menjadi elusan dan remasan lembut ditoketnya kulihat wajah adikku matanya terpejam dan nafasnya memburu tanda dia menikmati elusan dan remasan pada toketnya, entah setan apa yang merasukiku aku menunduk dan melumat bibir ranum adikku, dia membalas ciumanku dengan melingkarkkan tangannya ke leherku dan lidah kami saling berpilin nafas kami terengah engah dan perasaan kami serasa melambung, kemudian aku tersadar. Astaga, apa yang telah aku lakukan terhadap adikku. Aku malu dibuatnya, dan : ........

“Maafkan..Abang Rosma abang salah"
“Terus terang, Abang nggak tahu kenapa bisa sampai begitu”

Adikku tidak marah dan tidak menjawab tetapi dia malah menarikku mendekati dia dan kami berdua duduk di tepi ranjang, kemudian dia berkata bahwa dia menikmati yang kami lakukan tadi, juga karena memang adikku telah lama mencintai dan menyayangiku karena dia merasa akulah yang selalu memperhatikan dan memenuhi semua keperluannya selama ini, setelah itu aku tidak berbicara lagi hingga keadaan di kamar adikku begitu sunyi karena kami hanya terdiam, hanya mata kami yang berbicara sementara di luar mulai terdengar gemericik air hujan. Di tengah kesunyian tersebut tak tahu siapa yang memulai kami berpagutan dan berciuman, lidah kami saling berpilin kembali lebih lama dan lebih menikmati gejolak birahi darah muda yang timbul akibat ciuman dan pagutan itu, lalu jemari tanganku mulai merayap meraba, meremas mengelus sekujur tubuh adikku, adikku menggelinjang dan menggeliat menikmati sentuhan dan remasan dariku serta terakhir kuraba selangkangannya, ternyata CD adikku sudah basah licin berlendir pas di memeknya karena terangsang, lalu kupelorotkan CDnya agak kesulitan mulanya tapi dengan bantuan adikku dengan mengangkat sedikit pantatnya, maka adikku kini sudah telanjang bulat dihadapanku, kemudian adikku membantu membuka baju dan celanaku sehingga kami berdua polos tanpa sehelai benangpun di tubuh kami, sementara itu aku dan adikku sudah nggak bisa ngontrol diri lagi, aku semakin agresif bibir, toket dan seluruh tubuh adikku habis kena jilatan dan kecupan bibirku terutama di daerah memeknya lidahku lama bermain disana dan kulihat di memek adikku keluar cairan putih tanda sudah sangat terangsang dan membuat dirinya lunglai seperti tanpa tulang dengan mata terpejam dia mendesis ooouuugh, aaaahhhhh eenaaakkk kali baaangg rintihnya, aku masih terus memainkan lidahku ditoketnya dan jemariku bermain diselangkangan adikku  kini yang ada dalam pikiranku hanyalah satu, yaitu aku ingin sekali menikmati memek adikku yang tembam dan berambut lebat ini lalu aku mulai mengarahkan jemariku untuk menyelinap di belahan memeknya dan memainkan itilnya kemudian ciumanku turun kebawah dipusarnya, turun lagi kebelahan memeknya dan kuhisap itilnya sehingga adikku semakin berkelojotan melepaskan pagutannya dan mulutnya seperti ikan mas koki yang megap-megap kekurangan air dan memeluk erat tubuhku kemudian menyilangkan kedua kakinya di antara pantatku sambil menekan-nekan pinggulnya dengan kuat. Ternyata adikku telah mengalami orgasme

“Aaaahhh eghhh, eghhh” erangnya dibarengi dengan hentakan pinggulnya.

Sesaat setelah itu adikku lunglai dan lemas serta nafasnya memburu, lalu kukecup keningnya kubiarkan dia beristirahat sejenak sambil kupandangi wajah dan seluruh tubuhnya, setelah nafasnya normal kupeluk kembali tubuh adikku yang sedang membelakangiku.lalu aku menciumi tengkuk dan punggung adikku dan tangan kiriku yang bebas meremas lembut toketnya Adikku menggelinjang dan menggeliat serta berbalik badan menghadapku, lalu kami berpelukan dan kucium bibirnya sambil tanganku tetap bergerilya di seluruh bagian sensitipnya, adikku menggeliat dan mendesah-desah aku semakin terangsang dan dalam sekejap kontolku sudah berada tepat di celah pintu memek adikku yang tembam dan kemerahan dengan dipandu adikku, aku siap untuk segera menjebol keperawanannya, kumajukan pinggulku terasa kepala penisku masuk sedikit kedalam liang memeknya yang masih sempit kumundurkan lagi pinggulku, kumajukan dan kumundurkan lagi beberapa kali, sampai akhirnya sewaktu kumajukan pinggulku pada saat yang bersamaan adikku mengangkat pantatnya maka jebollah keperawanan adikku dengan kerjasama antara kami berdua, dan kulihat adikku meringis  menahan sakit, kubiarkan kontolku terbenam di dalam memek adikku agar adikku dapat beradaptasi dengan masuknya kontolku kedalam memeknya, setelah beberapa saat adikku sudah tidak meringis lagi dan kurasakan kontolku ada yang meremas dengan lembut didalam memeknya sangat nikmat sekali, adikku tersenyum sangat manis padaku lalu aku mulai manarik dan menyorong pinggulku dengan perlahan yang semakin lama semakin cepat sehingga adikku mulutnya ternganga-nganga karena nikmat yang dirasakannya, begitulah sampai akhirnya pinggulku semakin cepat naik turun sehingga  kocokan kontolku di memeknya juga semakin cepat dan adikku menjadi blingsatan menikmati kenikmatan ini hingga dia pun meracau tak karuan lalu..

“Abanggg ooohhh eenngghh, aahh..”

Rupanya adikku baru saja mengalami orgasme yang hebat karena aku rasakan melalui kontolku di dalam memeknya ada semburan lava hangat yang datang secara tiba-tiba. Kini aku merasakan kenikmatan yang lain karena cairan tersebut bagai pelumas yang mempermudah kocokan kontolku didalam memeknya, setelah itu adikku lunglai tak bertenaga, yang ia rasakan hanya menikmati sisa-sisa dari orgasmenya dan pasrah membiarkan tubuhnya aku entot terus sampai aku merasakan ada yang lain dari tubuhku, ada perasaan sepertinya kontolku ini ingin pipis tapi tubuh ini terasa sangat-sangat nikmat.

“Abang udah.bang, Rosma udah lemess..” kata adikku.
“Tunggu Rosss Sayangg, Abang maauu keluar juga nihhh, ooohhhh”

Kurasakan seluruh tubuhku bagai tersengat listrik dan sesuatu cairan yang cukup kental aku rasakan menyembur dengan cepat mengisi rahim adikku.. Sambil menikmati  kenikmatan yang luar biasa ini aku menarik pantat adikku dan aku dorong pinggulku dengan keras membantu kontolku untuk mencapai rongga rahim adikku lebih dalam.

Kami berdua kini berpelukan dengan erat, keringat bercucuran nafas kami seperti orang yang baru saja berlari-lari mengejar bis kota, tetapi rona puas terbersit di wajah kami. Setelah persetubuhan ini kami pun tertidur saling berdekapan tanpa sehelai benang dengan berjuta perasaan nikmat dan puas, besok paginya adikku menunjukkan sprei bernoda darah perawannya padaku dan aku berkata bahwa bukan hanya abang yang akan bertanggung jawab melainkan kita berdua, karena kami saling menginginkannya, dan sejak saat itu persetubuhan terlarang antara abang dan adik kandung itu kami ulangi lagi dan lagi tanpa kenal waktu siang atau malam.

Demikianlah selama lebih kurang enam bulan masa bulan madu kami dimana setiap hari dan malam jika ada kesempatan pasti kami ngentot dengan berbagai posisi, dan akhirnya datanglah kesulitan itu, adikku tidak menstruasi, akupun sibuk membeli jamu dan obat penggugur kandungan, juga adikku dikusuk untuk menggugurkan calon janin yang ada di perutnya oleh tukang kusuk, namun Tuhan menunjukkan kuasanya dengan kata lain adikku hamil hingga melahirkan seorang anak laki-laki dan sampai sekarang anak kami sudah berumur tiga puluh lima tahun tetapi dia tidak mengetahui siapa ibu dan bapak kandungnya, yang dia tahu bahwa kakek dan neneknyalah sebagai orang tuanya, sedangkan aku telah menikah dengan pacarku dan dikaruniai tiga orang anak serta lima orang cucu, sementara adikku Rosma juga telah menikah dengan dijodohkan dan juga dikaruniai tiga orang anak dan empat orang cucu, sementara anakku yang lahir dari rahim adikku belum menikah sampai sekarang, “maafkan kami anakku kamu tidak bersalah kamilah yang berdosa telah melahirkanmu ke dunia ini”.